Foto dok. pribadi Yuni. Wolipop sudah menghubungi Yuni Yanti Suherman yang viral karena mendapat uang belanja dari suaminya Rp 30 ribu seminggu. Wanita yang tinggal di Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat itu menceritakan kisah di balik video TikToknya. Ia mengaku ingin memberikan contoh kepada istri yang lainnya agar merasa bersyukur.
Pelajaranyang dapat diambil dari Q.S. Luqman/31: 12 di atas ialah: Luqman adalah seorang hamba Allah Swt. yang telah dianugerahi-Nya hikmah, yaitu selalu bersyukur. Luqman selalu bersyukur atas nikmat yang ia peroleh. Allah Swt. katakan bahwa "barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah Swt.), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya
KisahOrang Tua Renta dan Buta yang Selalu Bersyukur. SUATU ketika, aku jalan-jalan di padang pasir dan tersesat tidak bisa pulang. Di sana kutemukan sebuah kemah lawas. Kuperhatikan kemah tersebut, dan ternyata di dalamnya ada seorang tua yang duduk di atas tanah dengan sangat tenang. Ternyata orang ini kedua tangannya buntung, matanya buta
OrangOrang yang Tidak Bersyukur 16 September 2011 20: Saya juga sering melihat kisah orang susah dari salah satu program acara televisi yang selalu menyiarkan orang-orang yang hidupnya susah dan begitu kelihatan menderita. satu hari saya melihat ada juga orang yang selalu berusaha terus menerus untuk mengubah hidupnya dan terus-terusan
KisahOrang-Orang Beruntung Yang Selamat Dari Bencana Alam Dahsyat. by Adi Nugroho May 22, 2015, Orang Yang Selamat Setelah Terjebak 2 Bulan Dalam Mobil Tertimbun Salju. Apa yang dilakukan alam selalu tidak terduga. Yang bisa kita lakukan adalah selalu berhati-hati dan mawas diri. Karena tugas manusia adalah bersyukur dari apa yang
Apabilaselalu bersyukur dalam keadaan apapun, maka hidup akan terasa lebih sempurna dan bahagia. Hidup bersyukur dalam segala sesuatu menjadi suatu hal yang patut dilakukan untuk menghargai dan menghormati kebesaran Tuhan atas anugerah-Nya. Ini karena penilaian tuhan tak hanya sebatas perkataan dan perbuatan saja, tetapi juga dari hatimu.
11Ayat Alquran Tentang Bersyukur beserta Terjemahannya. DALAM memahami makna syukur, seorang mukmin harus tahu dahulu terait 11 ayat Alquran tentang bersyukur. Syukur secara bahasa adalah, "Syukur adalah pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut" (Lihat Ash Shahhah Fil Lughah karya Al Jauhari).
Rahmatpu sujud syukur atas kemengannya karena ia sangat bersyukur bisa membantu keuangan keluarganya. Beberapa saat kemudian setelah acara selesai Rahmat dan Ali pun memulai perjalanannya pulang kerumah, sebelumnya dia masuk ke toko buku dan membeli buku banyak sekali dan ditengah jalan dia berbelok ke sebuah warung makan untuk membeli makanan.
Orangyang bersyukur akan selalu melihat sisi positif sekalipun di situasi negatif. Jika skill ini sudah terlatih, maka kamu akan lebih mudah untuk tetap melihat harapan di tengah kesulitan. Makanya, mulai sekarang perbanyak syukur, ya. 2. Fokus pada diri sendiri. Hal selanjutnya agar kamu bisa lebih optimis, yaitu dengan fokus pada diri sendiri.
KisahAbu Qilabah ini merupakan salah satu kisah sahabat yang mengharukan. Dari kisah Abu Qilabah ini kita bisa belajar bagaimana mensyukuri apa pun yang kita miliki dan tetap bersabar dengan apa yang menimpa kita.,Kisah Mengharukan,Jabar,Ragam,Ramadan Update,Festival Ramadan 2020,Ramadan,Ramadan 2020,Kisah Inspiratif,Yogyakarta
Namunbagi orang yang pandai bersyukur Allah telah berjanji akan menambahkan nikntnya, sebagaimana Firmannya dalam Al-Quran yang berbunyi "Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan kami tambahkan nikmat Ku kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Dariyang mengisinya dengan mengeluh bosan dan tidur seharian, bahkan ada yang mengkhatamkan Al-qur'an dan tafsirnya. Tentu saja, hanya orang-orang yang mendapatkan ilmu syukur yang sangat memahami cara yang luar biasa untuk mengisi hari yang bermanfaat. Memang tidak mudah untuk menjadi orang yang bersyukur.
2 Perbanyaklah bersyukur. Jika Anda selalu merasa kekurangan dengan rezeki yang Anda dapatkan, maka hal tersebut tidak mengherankan. Sebab Allah akan mudah memberikan lebih kepada hamba-Nya yang senantiasa bersyukur. Itulah mulai sekarang hendaknya Anda biasakan untuk bersyukur, agar Allah menambah nikmatmu. 3. Selalu bertawakkal
KisahAyub, Selalu Bersyukur Susah Maupun Senang, dan Mengakui Kekuasaan Serta Hikmat Allah Penghinaan bagi orang yang celaka, --demikianlah pendapat orang yang hidup aman--suatu pukulan bagi orang yang tergelincir kakinya. Tetapi amanlah kemah para perusak, dan tenteramlah mereka yang membangkitkan murka Allah, mereka yang hendak membawa
KisahSuami Istri yang Pandai Bersyukur dan Sabar Senin, 27 Agustus 2018 | 12:00 WIB Suami : "Karena aku orang yang selalu bersyukur memiliki istri secantik dirimu, Dek." Istri : "Ah kamu salah, Mas. Kalau urusan surga aku lebih dulu, Mas," sanggah sang istri. Beda Hak Orang Kaya dan Miskin atas Daging Kurban. Haji, Umrah, dan Kurban
Zfsx. kisah kesabaran Abu Qilabah merupakan salah satu kisah para sahabat yang sangat mengharukan. Kisah ini diriwayatkan dalam Kitab At-Tasiqat yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Muhammad, ia berkata "Saya pada waktu itu berada di daerah perbatasan di wilayah Al-Arish di Mesir. Saya melihat sebuah tenda kecil, yang pemiliknya ternyata adalah orang yang sangat miskin. Kemudian saya pergi ke desa gurun untuk melihat apa yang ada di dalamnya. Kemudian saya melihat seorang laki-laki tetapi bukan laki-laki biasa, kondisi laki-laki ini terentang tangan dan kakinya bunting, telinganya sulit mendengar, matanya buta, dan hanya mulutnya yang tersisa untuk berbicara". Pria itu berkata dari mulutnya "Ya Tuhan, ilhami saya untuk tetap bersyukur atas karunia yang telah Engkau berikan kepada saya ... dan Engkau telah sangat memuliakan saya dengan ciptaan-Mu yang lain.” Ketika saya bertemu dengannya, lalu saya berkata kepadanya “Wahai saudaraku, nikmat Allah mana yang engkau syukuri?” Kemudian laki-laki pemilik tenda itu menjawab, “Saudaraku, Demi Allah seandainya Allah datangkan lautan, pasti lautan itu akan menenggelamkan aku, atau gunung berapi akan terbakar atau langit akan menimpaku, dan menghancurkan aku. Aku tidak akan mengatakan apa-apa selain bersyukur kepada-Nya." Aku bertanya lagi "Bersyukur untuk apa." Pemilik tenda menjawab lagi "Tidakkah kamu melihat bahwa Dia telah menganugerahkan aku lisan yang senantiasa berdzikir dan bersyukur. Selain itu aku Juga punya anak laki-laki yang selalu membawa saya ke masjid ketika saya ingin sholat dan ia selalu memberi makan aku, tetapi sejak tiga hari ini dia tidak pulang kemari. Bisakah engkau tolong carikan anak itu?” Kemudian saya pergi untuk mencari anaknya itu. Saat itu, saya menemukan jenazah yang dikelilingi oleh Binatang buas. Dan ternyata anak itu telah dimakan oleh singa. Dan bagaimana saya memberi tahu kepadanya tentang anak ini, lalu saya kembali dan berkata kepada pemilik tenda itu"Saudaraku, apakah Anda mendengar kisah Nabi Ayub? Pria itu menjawab Ya, saya tahu ceritanya. Lalu aku bertanya lagi “Sesungguhnya Allah telah memberinya cobaan dalam urusan hartanya. Bagaimana keadaannya dalam menghadapi musibah itu?” Ia menjawab, “Ia menghadapinya dengan sabar.” Allah menguji Ayub dengan kemiskinan. Bagaimana menghadapi itu?”Dia menjawab "sabar." Maka saya bertanya lagi "Seperti Ayub diuji dengan kematian semua anaknya, bagaimana?" Dia berkata "Bersabar". Saya bertanya lagi, "Dia juga diberi penyakit di tubuhnya. Bagaimana?" Dia berkata "Bersabarlah". Kemudian pemilik tenda itu berkata, "Sekarang katakan padaku, di mana anakku?" Saya menjawab, "Saya telah menemukan anak Anda di gurun pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan oleh hewan buas, semoga Allah melipatgandakan pahala Anda dan kesabaran kepada Anda". Pemilik tenda itu lemas dan berkata"Segala puji Allah, Dia tidak meninggalkan keturunan bagiku yang bermaksiat kepada Allah sehingga ia diazab di neraka.” Kemudian pemilik tenda itu mengambil napas dalam dalam lalu meninggal dunia. Aku pun meletakkannya ditempat tidurnya, dan berfikir apa yang harus aku lakukan. Diriku sendirian, dan bagaimana mengurus jenazah ini. Lalu aku menutupinya dengan pakaianku, dan beberapa detik kemudian, ada empat pria yang menunggang kuda berkata, “Wahai tuan, apa yang terjadi padamu?” Baca Juga Kisah Sahabat Abu Bakar Dan Nenek Tua Buta Kemudian saya memberi tahu mereka apa yang saya alami dan meminta mereka untuk membantu saya merawat jenazah pria ini.? Lalu saya menjawabnya, “ Saya tidak begitu mengenalnya. Dia sakit dan memprihatinkan…” Kemudian orang-orang meminta untuk membukanya, mungkin ada salah satu dari mereka mengenalnya. Dan ketika saya membuka penutup wajahnya, mereka tiba-tiba terkejut, dan mereka berciuman dan menangisinya. Dia menangis dan berkata "Maha Suci Allah, wajah yang senantiasa bersujud kepada Allah. Mata selalu tunduk pada kesucian Allah. Tubuhnya selalu bersujud ketika orang-orang dalam keadaan tidur." Saya bertanya kepadanya, "Apakah Anda mengenal orang-orang ini?" Mereka berkata "Apakah kamu tidak mengenal mereka?" Saya menjawab, bahwa saya tidak tahu siapa orang ini, dan mereka berkata "Ini adalah Abu Qilabah, sahabat Ibnu Abbas. Orang ini pernah diangkat oleh khalifah menjadi seorang hakim. Namun, dia menolaknya". Perlu diketahui bahwa kedudukan hakim atau qadhi adalah kedudukan khusus di mana mereka untuk mengatur hukum dan menentukan hukum di antara orang-orang. Ini adalah kedudukan yang mulia pada waktu itu, tetapi Abu Qilabah menolaknya dan pergi ke wilayah Mesir dalam keadaan sampai dia meninggal seperti ini. Kemudian Abdullah bin Muhammad dan empat dari mereka memandikan jenazah, mengkafani, mensholati, berdoa sebelum dimakamkan. Dan dikatakan dalam riwayat lain bahwa Abu Qilabah adalah sahabat Nabi SAW terakhir pada saat itu, sehingga khalifah ingin sekali mengangkatnya menjadi hakim. Semoga dari kisah Abu Qilabah ini kita bisa belajar mensyukuri segala yang kita miliki dan bersabar dengan apa yang terjadi pada kita Amin...Wallahu A’lam Bishowab...
Doa Agar Dijadikan sebagai Orang yang Selalu Bersyukur Esai Serentaun Ungkapan syukur Kompas/Arbain Rambey ARBAllah telah banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita. Mulai nikmat sehat hingga nikmat iman. Tugas kita sebagai manusia yang lemah adalah selalu bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah dikaruniakan kepada beberapa orang terkadang lupa untuk bersyukur. Bersyukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah, melainkan menggunakan nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya. Inilah yang jarang difahami oleh sebagian Allah telah menjanjikan bahwa setiap orang yang kufur terhadap nikmatnya, maka Allah akan menurunkan adzab yang sangat itu, tetaplah ingat dan berusaha untuk mensyukuri semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Dan jangan lupa untuk berdoa. Berikut doa yang diajarkan Rasulullah dalam riwayat at-Tirmidzi melalui jalur Abu Hurairah, agar selalu dijadikan sebagai hamba Allah yang selalu bersyukur atas nikmat-nikmatnyaَاَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي أَعْظَمَ شُكْرِكَ وَأَكْثَرَ ذِكْرِكَ وَاتَّبَعَ نَصِيْحَتَكَ وَأَحْفَظَ وَصِيَّتَكAllahummaj’alni a’dzama syukrika wa aktsara dzikrika wattaba’a nasihatika wa ahfadza wasiyyatika.“Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang banyak bersyukur, banyak berdzikir, mengikuti nasehatmu dan menjaga wasiyatmu.”Wallahu A’lam.
- Baru-baru ini viral di media sosial twitter, video yang di unggah AZ pemilik akun _AZ69 pada Sabtu, 18/4/2020. Dalam video yang berdurasi 32 detik itu terlihat seorang bocah lelaki berusia tujuh tahun sedang mendorong ayahnya dari kursi roda di pinggir jalan, diketahui sang ayah mengalami disabilitas. Jalanan itu pun terlihat sepi di sekitar KL, Malaysia. Awalnya, video dimulai dengan menunjukkan seorang pria mengemudi di jalan dengan dua temannya. Mereka memberi makan orang-orang yang membutuhkan di pinggir jalan. Ketika pengemudi melihat seorang anak lelaki mendorong seorang pria yang lebih tua di kursi roda, dia melambat dan bertanya apakah lelaki itu ingin makan, dan dia menjawab ya. Tim kemudian turun dari mobil dan memberi mereka dua botol air dengan dua bungkus beras. Bocah lelaki kurus bertanya kepada ayahnya apakah itu cukup atau tidak dan ayahnya berkata, "Ya, sudah cukup. Kita harus meninggalkan beberapa untuk yang lain karena masih banyak orang yang belum mendapatkannya," ujar pria yang mengalami disabilitas fisik. Bocah lelaki itu tampak menggaruk kepalanya karena malu dan mengambil posisi di belakang kursi roda ayahnya dan kemudian dia terus mendorongnya ke tempat tujuan. • Menurut Survei, Israel Posisi 1 dari Daftar 40 Negara Teraman di Dunia saat Pandemi Corona • Dituduh Sebabkan Malapetaka Global, Jerman Tuntut China Ganti Rugi Triliun Atas Kasus Corona • Tarhib Ramadhan di Tengah Pandemi Corona, Dari Gotong Royong Hingga Bagi Sembako dan Ikan Segar Menurut tweet yang diunggah AZ, dikatakan bahwa kaki pria itu telah patah sekitar 10 tahun yang lalu, dan sekarang batang logam yang pernah menggantikan tulangnya juga patah. Satu-satunya hal yang membantu pria itu adalah kursi roda dan seorang putranya. Dilansir dari World Of Buzz, bahwa AZ telah mendatangi kediaman lelaki disabilitas tersebut. Ternyata, rumahnya berada di deretan beberapa toko dan hanya terdapat satu buah kasur.
Abu Qilabah, Mengajarkan Sabar Dan Syukur Kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla] Indonesia – Indonesian – [ إندونيسيTim Majalah As-SunnahEditor Eko Haryanto Abu Ziyad2013 - 1435أبو قلابة درس في الصبر والشكر باللغة الإندونيسية »فريق مجلة السنةمراجعة أبو زياد إيكو هاريانتو2013 - 1435Abu Qilabah, Mengajarkan Sabar Dan Syukur Kepada Allah Shubhanahu wa ta’allaSegala puji hanya untuk Allah Ta'ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam beserta keluarga dan seluruh yang sering mengamati isnad hadits, nama Abu Qilabah tidaklah asing, karena sering disebutkan dalam isnad-isnad hadits. Terutama, karena ia seorang perawi yang meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik. Sahabat ini merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam. Oleh karena itu, nama Abu Qilabah sering disebut secara berulang-ulang, seiring diulangnya nama Anas bin Malik. Ibnu Hibban di dalam ats-Tsiqot menyebutkan kisah menakjubkan tentangnya, yang menunjukan kekuatan keimanan Abu Qibalah kepada Allah Shubhanahu wa ta’ bernama 'Abdullah bin Zaid al Jarmi, salah seorang dari para ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari al Bashroh. Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin al Huwairits Radhiyallahu anhuma. Beliau wafat di Negeri Syam pada tahun 104 Hijriah, yaitu pada masa kekuasaan Yazid bin 'Abdil-Malik.'Abdullah bin Muhammad berkata Aku keluar menuju tepi pantai untuk memantau kawasan pantai dari kedatangan musuh. Tatkala tiba di tepi pantai, tiba-tiba aku telah berada di sebuah dataran lapang di suatu tempat di tepi pantai. Di dataran tersebut ada sebuah kemah, yang di dalamnya terdapat seseorang yang telah buntung kedua tangan dan kedua kakinya. Pendengarannya telah lemah dan matanya telah rabun. Tidak satu anggota tubuhnyapun yang bermanfaat baginya, kecuali lisannya. Orang itu berkata, "Ya, Allah. Tunjukilah aku agar aku bisa memuji -Mu, sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan Engkau sungguh telah melebihkan aku di atas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan."'Abdullah bin Muhammad berkata,"Demi Allah, aku akan mendatangi orang ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan perkataan ini. Apakah ia memahami dan mengetahui yang diucapkannya itu? Ataukah ucapannya itu ilham yang diberikan kepadanya?" Akupun mendatangi, lalu mengucapkan salam kepadanya. Kukatakan kepadanya "Aku mendengar engkau berkata 'Ya, Allah. Tunjukilah aku agar aku bisa memuji -Mu, sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan Engkau sungguh telah melebihkan aku di atas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan'. Nikmat manakah yang telah Allah Shubhanahu wa ta’alla anugerahkan kepadamu, sehingga engkau memuji -Nya atas nikmat tersebut? Kelebihan apakah yang telah Allah Shubhanahu wa ta’alla anugerahkan kepadamu, sehingga engkau menysukurinya?" Orang itu menjawab Tidakkah engkau melihat yang telah dilakukan Robbku kepadaku? Demi Allah, seandainya Ia mengirim halilintar kepadaku sehingga membakar tubuhku, atau memerintahkan gunung-gunung untuk menindihku sehingga menghancurkan tubuhku, atau memerintahkan laut untuk menenggelamkan aku, atau memerintahkan bumi untuk menelan tubuhku, maka tidaklah semua itu, kecuali semakin membuat aku bersyukur kepada -Nya, karena Ia telah memberikan kenikmatan kepadaku berupa lidahku wahai hamba Allah Shubhanahu wa ta’ala. Engkau telah mendatangiku, maka aku perlu bantuanmu. Engkau telah melihat keadaanku. Aku tidak mampu untuk membantu diriku sendiri atau mencegah diriku dari gangguan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memiliki seorang anak yang selalu melayaniku. Saat tiba waktu sholat, ia mewudhukan aku. Jika aku lapar, ia menyuapiku. Jika aku haus, ia memberi aku minum. Namun sudah tiga hari ini aku kehilangan dirinya, maka tolonglah engkau mencari kabar tentangnya. Semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla merahmati engkau. Aku berkata,"Demi Allah, tidaklah seseorang berjalan menunaikan keperluan seorang saudaranya, dan ia memperoleh pahala yang sangat besar di sisi Allah Shubhanahu wa ta’alla, lantas pahalanya lebih besar dari seseorang yang berjalan untuk menunaikan keperluan dan kebutuhan orang yang seperti engkau," maka akupun berjalan mencari anak orang tersebut, hingga tidak jauh dari tempat itu, aku sampai di suatu gudukan pasir. Tiba-tiba aku mendapati anak orang tersebut telah diterkam dan dimakan binatang buas. Akupun mengucapkan inna lillah wa inna ilaihi roji'un. Aku berkata,"Bagaimana aku mengabarkan kejadian ini kepada orang tersebut?"Tatkala aku tengah kembali menuju orang tersebut, maka terlintas di benakku kisah Nabi Ayyub Alaihissallam. Begitu aku menemui orang tersebut, maka akupun mengucapkan salam kepadanya. Dia menjawab salamku dan bertanya,"Bukankah engkau orang yang tadi menemuiku?" Aku menjawab,"Benar."Ia bertanya,"Bagaimana dengan permintaanku kepadamu untuk membantuku?" Akupun berkata kepadanya,"Engkau lebih mulia di sisi Allah Shubhanahu wa ta’alla ataukah Nabi Ayyub Alaihissallam ?"Ia menjawab,"Tentu Nabi Ayyub Alaihissallam."Aku bertanya,"Tahukah engkau cobaan yang telah diberikan Allah Shubhanahu wa ta’alla kepada Nabi Ayyub? Bukankah -Dia telah mengujinya dengan hartanya, keluarganya, serta anaknya?"Orang itu menjawab,"Tentu aku tahu."Aku bertanya,"Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub dengan cobaan tersebut?"Ia menjawab,"Nabi Ayyub bersabar, bersyukur, dan memuji Allah Shubhanahu wa ta’alla."Aku berkata,"Tidak hanya itu, bahkan ia dijauhi oleh karib kerabatnya dan sahabat-sahabatnya." Ia menimpali,"Benar."Aku bertanya,"Bagaimanakah sikapnya?" Ia menjawab,"Ia bersabar, bersyukur dan memuji Allah Shubhanahu wa ta’alla."Aku berkata,"Tidak hanya itu, Allah Shubhanahu wa ta’alla menjadikan ia menjadi bahan ejekan dan gunjingan orang-orang yang lewat di jalan, tahukah engkau tentang hal itu?" Ia menjawab,"Iya."Aku bertanya,"Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub?"Ia menjawab,"Ia bersabar, bersyukur, dan memuji Allah Shubhanahu wa ta’alla. Langsung saja jelaskan maksudmu. Semoga -Dia merahmatimu."Aku pun berkata,"Sesungguhnya putramu telah aku temukan di antara gundukan pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan binatang buas. Semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkan engkau." Orang itu berkata,"Segala puji bagi Allah Shubhanahu wa ta’alla yang tidak menciptakan bagiku keturunan yang bermaksiat kepada -Nya, lalu Ia menyiksanya dengan api neraka," kemudian ia berkata,"Inna lillah wa inna ilaihi roji'un," lalu ia menarik nafas yang panjang, kemudian meninggal dunia. Aku berkata,"Inna lillah wa inna ilaihi roji'un."Besar musibahku, orang seperti ini, jika aku biarkan begitu saja, maka akan dimakan binatang buas. Dan jika aku hanya duduk, maka aku tidak bisa melakukan apa-apa [1] .Lalu akupun menyelimutinya dengan kain yang ada di tubuhnya, dan aku duduk di dekat kepalanya sambil menangis. Tiba-tiba datang kepadaku empat orang dan berkata kepadaku "Wahai 'Abdullah. Ada apa denganmu? Apa yang telah terjadi?" Akupun menceritakan kepada mereka yang telah aku alami. Lalu mereka berkata,"Bukalah wajah orang itu, siapa tahu kami mengenalnya!" Akupun membuka wajahnya, lalu merekapun bersungkur mencium keningnya, mencium kedua tangannya, lalu mereka berkata "Demi Allah, matanya selalu tunduk dari melihat hal-hal yang diharamkan –Nya. Demi Allah, tubuhnya selalu sujud tatkala orang-orang dalam keadaan tidur".Aku bertanya kepada mereka "Siapakah orang ini. Semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla merahmati kalian?" Mereka menjawab,"Abu Qilabah al Jarmi sahabat Ibnu 'Abbas. Dia sangat cinta kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla dan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam," lalu kamipun memandikan dan mengafaninya dengan pakaian yang kami pakai, lalu kami menyolati dan usai merekapun berpaling pulang, dan akupun pergi menuju pos penjagaanku di daerah perbatasan. Tatkala malam hari tiba, akupun tidur. Aku melihat di dalam mimpi, ia berada di taman surga dalam keadaan memakai dua lembar kain dari kain surga sambil membaca firman Allah Shubhanahu wa ta’allaقال الله تعالى ﴿ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُم بِمَا صَبَرۡتُمۡۚ فَنِعۡمَ عُقۡبَى ٱلدَّارِ ٢٤ ﴾ [الرعد 24]"Salamun 'alaikum bima shabartum" [keselamatan bagi kalian dengan masuk ke dalam surga karena kesabaran kalian], maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. [ar-Ra'd/1324].Aku bertanya kepadanya,"Bukankah engkau adalah orang yang aku temui?"Ia menjawab,"Benar."Aku berkata,"Bagaimana engkau bisa memperoleh ini semua?" Ia menjawab,"Sesungguhnya Allah Shubhanahu wa ta’alla menyediakan derajat-derajat kemuliaan yang tinggi, yang tidak bisa diperoleh, kecuali dengan sikap sabar tatkala ditimpa bencana, dan rasa syukur tatkala dalam keadaan lapang, dan tenteram bersama dengan rasa takut kepada -Nya, baik dalam keadaan sendirian maupun dalam keadaan di depan khalayak ramai."Diterjemahkan oleh Abu Abdil-Muhsin, dari Kitab ats-Tsiqot, karya Ibnu Hibban. Tahqiq as-Sayyid Syarofuddin Ahmad, Penerbit Darul Fikr, Jilid 5 halaman 2-5 [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XI/1428H/2007. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016] _______ Footnote [1] Hal ini, karena biasanya daerah perbatasan jauh dari keramaian manusia. Dan kemungkinan 'Abdullah tidak membawa peralatan untuk menguburkan orang tersebut. Sehingga, jika ia hendak pergi mencari alat untuk menguburkan orang tersebut, maka bisa saja datang binatang buas memakannya. Wallahu a'lam.
kisah orang yang selalu bersyukur